Testing Technorati Profile
Air Tebu Bagi Penderita Diabates
All credits are belong to him : http://harry.sufehmi.com/archives/2008-05-03-1640/
Read the rest of this entry »
101 Things About Blog
All credits are belong to him : http://media-ide.bajingloncat.com/2008/05/05/blog-101-apa-itu-blog/
Read the rest of this entry »
Bahayanya Malas Membaca Dan Asbun :D
All credits are belong to her : http://tikabanget.com/2008/05/01/tikabangetdotcom-ituh-bukan-blog/
Jurnalis kritis : dimana engkau berada ?
Dengan segala hormat dan kekaguman saya, posting ini merupakan copy-paste dari tulisan Mas Harry dengan judul yang sama “Jurnalis kritis : dimana engkau berada ?“ All credits are belong to him.
Itulah kira-kira pertanyaan dari Helen Thomas, jurnalis wanita berumur 87 tahun, ketika hanya dia sendirian yang mampu mengkritisi White House (lagi).
Mungkin Anda tinggal sendirian bu Helen, karena media lainnya sudah dibeli oleh segelintir kelompok elit
dan hasilnya sudah jelas :
all 175 newspapers owned by him editorialised in favour of the Iraq war
Sedikit ceritanya; beberapa hari yang lalu White House mengadakan acara jumpa pers, yang memang biasa mereka lakukan. Di tengah berbagai pertanyaan standar yang diluncurkan oleh wartawan lainnya, tiba-tiba Helen dengan blak-blakan menyampaikan soal 2 fakta yang berbeda & menunjukkan Bush telah berbohong (Bush bilang tidak menyiksa tawanan perang, kemudian Bush mengatakan sudah menandatangan surat izin menyiksa tawanan perang), dan menanyakan komentar juru bicara White House tentang hal itu.
Dana Perino, juru bicara White House, berbohong lagi dengan mengatakan bahwa Amerika sama sekali tidak ada menyiksa tawanan perang. Namun Helen tidak membiarkannya begitu saja, dan terus memastikan pernyataan tersebut.
Akhirnya pernyataan Dana Perino tersebut terkonfirmasi (nekat juga ini orang berbohongnya ya).
Anehnya, kemudian tidak ada yang melanjutkan yang sudah dimulai Helen. Wajar saja jika Helen kemudian jadi merasa frustasi, dan berkomentar “Where is everybody ??”.
Ini bukan kali pertama Helen merasa sendirian, sebenarnya malah keluhannya tersebut sudah dipaparkan di dalam bukunya yang berjudul Watchdogs of Democracy? : The Waning Washington Press Corps and How It Has Failed the Public.
Helen, saya ada disini, dan berterimakasih sekali bahwa masih ada jurnalis yang berani & kritis di Amerika. ![]()
Ternyata, saya tidak sendirian mengapresiasi keberanian Helen. Para pembaca Reddit, sebuah website social news yang kini mulai sering saya sambangi, ternyata juga merasakan kegembiraan yang sama :: Masih ada jurnalis yang berani mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang kritis.
Hebatnya, mereka tidak berhenti sampai disitu - namun kemudian melanjutkan dengan mengumpulkan sumbangan untuk Helen Thomas. Terkumpul total US$ 4100 ! ![]()
Diputuskan di forum diskusi Reddit bahwa sumbangan tersebut akan diberikan dalam bentuk bunga, dengan diliput oleh media massa. Diharapkan ini akan mendorong jurnalis lainnya untuk turut serta meramaikan kembali iklim jurnalistik yang sehat & kritis.
Dan gelombang pertama serta kedua telah dikirim ![]()
Well done !
Bagaimana dengan di Indonesia ? Saya kurang begitu paham situasinya, kalau yang saya ingat ada beberapa jurnalis yang juga kritis, seperti Andreas Harsono, Meuthia Hafiz, Rosiana Silalahi (off air, deskjob). Mudah-mudahan masih banyak juga yang lainnya.
nb: ternyata ini bukan pertama kali ada yang berterimakasih kepada Helen. Bagus sekali, memang sebaiknya jurnalis yang berintegritas seperti ini kita apresiasi secara publik.


The article has
no responses yet